Sebuah Sastra Mengenang Masa

Sebuah puisi yang mengandung trauma 8 tahun lalu, saat si gadis kecil malu menahan lara karena mendengar fitnah seorang sahabat. Si gadis bersumpah menahan amarah dan ternyata si naina yang berdiri didepan sorakan kelas sekolah dasar itu mengikik kecil mendengar si pengkhianat kecil. Ini adalah sederet kata yang masih membekas dihati, walau sudah lama namun kenangan masih terlekat erat, menjadi sebuah cerita. dibuat 3 agustus 2011 oleh Estimoe Me.

Terlintas jerat piluh didadaku,
mereka tersenyum gusar meredam amarah,
mata bersilat arti yang tak berarti,
sungguh untuk apa gunjingan ini?
lidahku keluh menahan malu
tubuhku kaku bak dinding berbatu
haruskah gerimis datang meski tak bertuan?

kata oh menjadi kalimat indah
akan termahsyur abadi keseluruh dunia
menjadi kental seperti gulali jawa
dan fitnah selalu mengandung lara
kata tanpa makna oh kalimat dusta

serentetan kata mengundang malapetaka,
hal tabu terjadi dihadapan riuh dunia
meski gigi bergeretak piluh,
akankah ada sehelai kapas mengindahkanku
bukan derai air biru yang kuharap
bukan tangan palsu menyambutku
mungkin,
lantunan burung beo yang ku tunggu
atau,
haluan angin sebagai saksi bisu.

(Trauma Tetap Disini, agustus 2011)

About mandafishy

Iam just me! Nothing more nothing less and im not pretty but im the best :D Called me just MISS. SIMPLE

Posted on August 4, 2011, in Imagination, Mandafishy's Diary, My Mind and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

I will appreciate you more if you'll give a comment, thanks: D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: